Harga Beras Premium Naik

Beras Premium di Supermarket Jakarta meroket hingga Rp 205 ribu per 5 kg. Stok menipis, rak kosong, sementara upaya pemerintah lewat SPHP belum mampu menstabilkan pasokan. Fenomena ini terjadi secara bersamaan dengan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (PSHP) oleh Perum Bulog yang belum berjalan optimal.

Akui Lonjakan Harga

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut fenomena ini memang terjadi dan sedang ditangani. Deputi I bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, meyatakan pihaknya akan memanggil produsen yang menjual beras dengan harga tinggi.

Pasar Tradisional tak luput dari Krisis

Di pasar mayestik, kios beras yang biasanya ramai kini tampak sepi. Karung-karung beras tidak lagi menumpuk. Hanya beberapa kios yang memajang beras dengan jumlah terbatas. Para pedangang berulang kali menata ulang karung yang tersisa agar lapak tidak terlihat kosong.

Harga terus melonjak. Beras premium Pandan Wangi dijual Rp 22.000 per kg, jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.900 per kg. Beras medium berbagai merek dilepas Rp 16.000 per kg, lebih mahal dari HET nasional Rp 12.500 per kg.

Bagi pembeli kondisi ini memberatkan. Beras premium makin sulit dijangkau, stok medium beras pun menipis, tidak sedikit masyarakat berpindah dari satu kios ke kios lainnya untuk mencari harga yang lebih murah.

Proyek Surplus 9,3 juta ton

Meski situasi di lapangan memprihatinkan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) tetap optimistis. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyebut neraca beras 2025 diproyeksikan surplus 9,33 juta ton. Perhitungan pemerintah menyebut produksi beras sepanjang tahun 31,37 juta ton. Konsumsi diperkirakan 30,97 juta ton. Ditambah stok awal 8,4 juta ton dan impor khusus 532.000 ton, total ketersediaan nasional 40,31 juta ton. Berdasarkan data BPS dan rata-rata produksi tiga tahun terakhir, total produksi Januari-Desember 2025 diperkirakan 33,52 juta ton. Angka ini mendekati rekor produksi 2018 yang mencapai 33,94 juta ton.

Penurunan Harga Beras

Dua pekan setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan ultimatum kepada produsen beras medium dan premium untuk menurunkan harga menjadi sesuai harga eceran tertinggi (HET). Amran menegaskan, dan kalau tidak patuh, bersiap berhadapan dengan hukum.