arsipjogja – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Medan sejak Selasa sore membuat sejumlah area jalan utama kembali terendam banjir. Curah hujan yang berlangsung hampir dua jam tersebut menyebabkan genangan cukup tinggi di beberapa kawasan. Terutama wilayah yang sebelumnya sudah dikenal rawan banjir saat musim penghujan tiba. Warga yang tengah beraktivitas pun harus menghadapi kemacetan panjang dan kepadatan lalu lintas yang terjadi di sejumlah lokasi.
Menurut laporan warga dan pantauan lapangan, hujan sempat turun dengan sangat deras sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam waktu singkat, air menggenangi sejumlah titik di pusat kota maupun kawasan pemukiman padat. Beberapa pengendara motor bahkan terpaksa menepi karena tidak mampu menerobos genangan yanbg cukup tinggi. Kondisi ini membuat lalu lintas di jam pulang kerja semakin padat dan jalur pergerakkan kendaraan terganggu hingga lebih dari satu jam.
Titik Jalan yang Tergenang Paling Parah
Sejumlah jalan yang dilaporkan terendam antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan Dr. Mansyur, Jalan Yos Sudarso, dan sebagian wilayah Medan Johor. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, sehingga kendaraan roda dua terpaksa didorong oleh pemiliknya. Para pengguna jalan mengungkapkan bahwa banjir mulai naik hanya sekitar 20-30 menit setelah hujan turun sehingga banyak yang tidak sempat mengantisipasi.
Di jalan Gatot Subroto, antrean kendaraan memanjang hingga ratusan meter. Banyak mobil harus berjalan ekstra pelan agar tidak memaksa air masuk ke mesin. Sementara itu, di jalan Dr. Mansyur, sejumlah toko dan usaha kuliner turut berdampak karena air masuk ke halaman hingga mendekati teras bangunan. Para pemilik toko sibuk mengangkat barang barang agar tidak terendam.
Penyebab Banjir: Drainase dan Curah Hujan Tinggi
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Sumut menjelaskan bahwa hujan lebat kali ini dipengaruhi oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang cukup intens di wilayah pesisir timur Sumatera. Kondisi atmosfer yang labil membuat hujan turun deras dalam waktu singkat. Selain itu, adanya faktor pasang air laut turut memperlambat aliran air dari saluran drainase ke sungai.
Di sisi lain, masyarakat menilai bahwa banjir yang kerap terjadi di Medan tidak bisa dilepaskan dari kondisi drainase yang belum optimal. Banyak saluran air yang tersumbat sampah, sedangkan sebagian drainase sudah tidak mampu menampung volume air ketika hujan deras terjadi. Hal ini semakin terasa penataan kawasan kurang memadai.
Respon Pemerintah Kota Medan
Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke berbagai titik banjir untuk memantau kondisi drainase dan memastikan aliran air kembali lancar. Sejumlah pompa penyedot air juga diaktifkan di titik rawan banjir untuk mempercepat surutnya genangan.
Wali Kota Medan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berkendara dalam kondisi hujan deras. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke salur air karena dapat memperparah penyumbatan saat musim hujan tiba.
Selain itu, pemerintah berjanji akan mempercepat program normalisasi drainase di beberapa kecamatan yang sering mengalami banjir musiman. Program itu termasuk penataan ulang sedimen, perbaikan jalur saluran air, serta peningkatan kapasitas drainase agar mampu menampung debit air lebih besar.
Aktivitas Warga Menjadi Terganggu
Akibat banjir ini, beberapa aktivitas warga sempat terganggu. Pelajar yang hendak pulang sekolah kesulitan melintas karena beberapa ruas jalan tergenang cukup tinggi. Para pengemudi ojek online juga mengalami penurunan order karena banyak titik tidak bisa dilalui kendaraan roda dua.
Di beberapa perumahaan seperti kawasan Medan Johor dan Medan Tuntungan, air masuk hingga halaman rumah warga. Meskipun tidak separah banjir besar beberapa tahun lalu, sebagian warga tetap bersiaga dengan memindahkan barang-barang penting ke tempat lebih tinggi.
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dalam Beberapa Hari ke Depan
BMKG kembali mengingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan menghindari perjalanan melalui jalan rawan banjir saat hujan mulai turun.
Masyarakat juga dihimbau untuk melaporkan titik banjir atau saluran tersumbat kepada pihak kelurahan dan dinas terkait agar dapat ditangani lebih cepat. Antisipasi dini dianggap penting untuk mencegah dampak yang lebih serius, terutama bagi kawasan yang prnah mengalami banjir tinggi.
