Bencana banjir melanda beberapa wilayah di Provinsi Bali pada hari rabu 10 september 2025, hujan deras yang mengguyur daerah tersebut. Sampai hari Kamis tanggal 11 September 2025, masih melakukan proses evakuasi dan penanganan pascabanjir oleh pihak terkait masyarakat.

16 Tewas dan 1 Hilang

Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban yang meninggal akibat banjir di Bali bertambah dari 14 menjadi 16, dan semua sudah dievakuasi. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis malam, mengatakan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan laporan tim petugas gabungan yang menyatakan satu dari dua korban hilang berhasil ditemukan tadi sore. Di Kota Denpasar dilaporkan 10 orang meninggal dunia, dua orang di Kabupaten Jembrana, dan tiga orang di Kabupaten Gianyar, serta satu orang di Kabupaten Badung, kata BNPB.

Selain korban jiwa, 562 warga terpaksa mengungsi, sebagian besar di Kabupaten Jembrana dan Kota Denpasar. Mereka ditempatkan di sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah, balai desa, musholla, dan banjar, yang di fungsikan sebagai pos darurat.

Banjir Terparah dalam Sejarah di Bali

Bencana banjir kali ini, termasuk yang terbesar dan paling merusak kota Denpasar. Banjir ini juga merusak padi dan palawija di sejumlah Subak di Denpasar, seperti Subak Intaran, Sanur. Tanaman semangka mereka hancur

Pemerintah Denpasar menargetkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 20%, baru terlaksanakan 2,3% atau 405 hektar. Kawasan itu terdiri dari kawasan perlindungan, taman kota, rimba kota, pemakaman, dan jalur hijau. Untuk menambah RTH dan memenuhi target ada rencana memasukkan lahan pertanian atau sawah bisa jadi RTH publik. Dengan ketentuan ada perjanjian dengan pemerintah kota untuk mempertahankan kondisinya selama 20 tahun. Selain itu harus bisa diakses publik. Lahan mangrove juga bisa masuk asal ada kesepakatan dengan Dinas Kehutanan.

Bantuan untuk Korban Bencana Banjir

Bantuan untuk banjir di Bali terus mengalir dari berbagai elemen, termasuk pemerintah. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan hingga saat ini kementriannya sudah menyalurkan lebih dari Rp 2 milliar untuk kebutuhan logistik dan santunan korban banjir. Mensos menyampaikan bantuan Kementrian Sosial (Kemensos) dibagi merata ke seluruh Bali, tergantung kebutuhan dan hasil pendataan korban. Adapun logistik yang dipetakan untuk bencana di Bali berupa tenda, kebutuha makan minum, kebutuhan ibu dan anak, serta obat-obatan.