Jakarta Islamic Center Terbengkalai Sejak Kebakaran 3 Tahun Lalu

Sudah tiga tahun berlalu sejak kebakaran besar melanda kompleks Jakarta Islamic Center (JIC) di kawasan Koja, Jakarta Utara, namun hingga kini, bangunan megah itu masih tampak sepi dan terbengkalai. Padahal, sebelum tragedi itu terjadi pada Oktober 2022, JIC dikenal sebagai pusat kegiatan keislaman terbesar di ibu kota — tempat umat Muslim belajar, berdiskusi, dan beribadah. Kini, yang tersisa hanyalah bangunan dengan dinding menghitam, kubah yang runtuh, dan suasana sunyi yang menyayat hati. inilah kronologi nya menurut  arsipjogja.id


Api yang Menghanguskan Harapan

Kebakaran yang melanda JIC tiga tahun lalu terjadi saat proses renovasi kubah utama sedang berlangsung. Api diduga berasal dari percikan las yang menyambar bahan mudah terbakar di sekitar atap. Dalam waktu singkat, api menjalar ke seluruh bagian atas masjid hingga menyebabkan kubah utama runtuh total.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materi mencapai miliaran rupiah.

Setelah insiden itu, banyak pihak berharap pemerintah provinsi segera melakukan rehabilitasi total, mengingat pentingnya JIC sebagai simbol dakwah dan kebanggaan umat Islam Jakarta. Namun, waktu terus berlalu tanpa kemajuan berarti. Hingga kini, tahun 2025, kondisi JIC masih memprihatinkan.


Bangunan yang Sunyi dan Rusak

Jika kita berkunjung ke lokasi, suasana muram langsung terasa. Bangunan utama masjid masih berdiri, namun bagian dalamnya rusak parah. Beberapa dinding retak, plafon bolong, dan cat mengelupas.
Area sekitar yang dulunya ramai dengan aktivitas belajar Al-Qur’an, seminar, dan kegiatan sosial kini ditumbuhi rumput liar.
Plang bertuliskan “Proyek Rehabilitasi Tahap I” pun sudah pudar, menandakan lamanya waktu tanpa kelanjutan.

Warga sekitar menyayangkan kondisi ini. “Dulu JIC selalu hidup. Setiap malam ada pengajian dan kegiatan remaja masjid. Sekarang, sepi sekali,” ujar Rahmat, salah satu warga Koja.
Bagi mereka, terbengkalainya JIC bukan sekadar kehilangan tempat ibadah, tapi juga hilangnya pusat kebersamaan dan pembinaan umat.


Tersendatnya Proses Revitalisasi

Menurut informasi dari berbagai sumber, proses rehabilitasi Jakarta Islamic Center terhambat oleh masalah administrasi dan anggaran.
Setelah kebakaran, Pemprov DKI Jakarta sempat menjanjikan perbaikan dengan dana mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda nyata pelaksanaan proyek besar tersebut.
Perubahan kepemimpinan di tingkat provinsi dan birokrasi pengadaan yang panjang disebut menjadi salah satu penyebab lambatnya proses.

Selain itu, JIC berada di bawah pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang membutuhkan koordinasi antara berbagai instansi, mulai dari Biro Aset, Dinas Cipta Karya, hingga Biro Keuangan. Alur yang rumit ini membuat rencana pembangunan berulang kali tertunda.
Sementara itu, bangunan terus mengalami kerusakan akibat cuaca dan kurangnya perawatan.


Suara dari Masyarakat dan Tokoh Agama

Para tokoh agama dan masyarakat luas mulai mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata.
Jakarta Islamic Center bukan sekadar masjid, melainkan ikon pendidikan Islam di ibu kota. Di tempat itu, ribuan orang pernah belajar tahfiz, mengikuti kajian, hingga kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan pelatihan ekonomi umat.

Beberapa ulama bahkan mengusulkan agar pengelolaan JIC diambil alih sementara oleh lembaga keagamaan independen agar pemulihan bisa segera dilakukan.
“Jangan biarkan rumah Allah terbengkalai terlalu lama. Ini amanah besar,” ungkap seorang tokoh dari Majelis Ulama Jakarta Utara.


Harapan untuk Bangkit Kembali

Meski kini tampak sunyi, banyak yang masih menyimpan harapan agar Jakarta Islamic Center bisa kembali berdiri megah seperti dulu.
Rehabilitasi bukan hanya soal membangun kembali fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat keislaman, pendidikan, dan persaudaraan yang dulu menjadi ruh JIC.

Pemerintah diharapkan segera menuntaskan proses perencanaan dan memulai pembangunan kembali sebelum akhir tahun 2025. Jika dibiarkan terus terbengkalai, bukan hanya bangunannya yang akan hancur, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga warisan keagamaan.


Penutup: Simbol yang Perlu Diselamatkan

Jakarta Islamic Center adalah simbol spiritual dan intelektual umat Islam Jakarta.
Kebakaran mungkin telah memusnahkan kubahnya, tetapi semangat umat untuk melihatnya bangkit kembali belum padam.
Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata.
Sebab, di balik dinding yang hangus dan halaman yang sunyi, masih ada doa dan harapan jutaan umat agar JIC kembali menjadi pusat cahaya Islam di ibu kota.