Tag: gedung terra drone

Dirut Terra Drone Jadi Tersangka, Ini Fakta kelalaiannya

Tragedi Peristiwa

Kasus kebakaran Terra Drone di Jakarta menjadi sorotan publik setelah pihak kepolisian menetapkan direktur utama perusahaan sebagai tersangka. Penetapan ini didasarkan pada sejumlah kelalaian serius dalam pengelolaan fasilitas yang secara langsung berkontribusi pada kebakaran maut yang terjadi pada tanggal 9 Desember 2025. Kebakaran terjadi siang hari di gedung operasional Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Api awalnya muncul dari area penyimpanan baterai drone di lantai 1 dan menyebar cepat ke lantai atas karena sistem proteksi kebakaran yang tidak optimal.

Kronologi Kebakaran

Pada 9 Desember 2025, kebakaran diketahui saat pegawai melihat api dan asap tebal dui ruang penyimpanan. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu beberapa jam untuk mengendalikan api. Akibatnya 22 orang meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka akibat asap dan panas, serta kerusakan fasilitas dan peralatan dan mencapai nilai miliran rupiah. Penyelidikan awal mengungkap bahwa penyebab utama bukan hanya faktor teknis, tetapi juga kelalaian manajemen perusahaan.

Deretan Kelalaian Fatal Dirut Terra Drone

Polisi merinci 5 kelalaian utama Dirut Terra Drone yang menyebabkan kebakaran:

  1. Tidak menerapkan standar keselamatan kerja yang memadai. Prosedur keselamatan di fasilitas operasional tidak dijalankan secara konsisten.
  2. Pengawasan operasional lemah. Aktivitas berisiko tinggi tidak dipantau dengan ketat sehingga potensi bahaya tidak terdeteksi.
  3.  Alat proteksi kebakaran tidak berfungsi optimal. Sistem pemadam api dan peralatan keselamatan lainnya tidak siap pakai sehingga mempercepat penyebaran api.
  4. Kurangnya pelatihan evakuasi darurat bagi karyawan. Pekerja tidak mendapat pelatihan memedai mengenai cara menghadapi kebakaran.
  5. Keputusan berisiko tanpa mitigasi. Aktivitas di area berbahaya tetap berjalan tanpa langkah pencegahan yang jelas.

Kelima kesalahan ini bersifat sistemik dan menjadi faktor utama kebakaran, sehingga tanggung jawab hukum diarahkan pada pimpinan tertinggi perusahaan.

Baca Juga: Kurir Bawa 8 KG Sabu dari Malaysia Menuju Lampung

Penetapan Tersangka

Berdasarkan kelalaian tersebut, Dirut Terra Drone resmi ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum mengacu pada pasal terkait kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa. Polisi juga mengumpulkan dokumen internal, keterangan saksi, dan bukti terkait prosedur operasional. Penyidik menegaskan bahwa langkah ini merupakan peringatan tegas bagi semua manajemen perusahaan agar selalu memprioritaskan keselamatan kerja.

Dampak bagi Perusahaan

Kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan di Indonesia, khususnya yang bergerak di sektor teknologi dan industri berisiko tinggi. Beberapa pelajaran penting agar menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat, audit dan pengawasan rutin terhadap sistem proteksi, latih seluruh pekerja mengenai prosedur evakuasi dan terakhir pastikan manajemen bertanggung jawab atas risiko yang ada. Kelalaian kecil pun bisa berakibat fatal dan menimbulkan konsekuensi hukum serius, seperti terlihat pada kebakaran Terra Drone.

Kesimpulan

Tragedi kebakaran Terra Drone di Jakarta pada 9 Desember 2025 menyoroti kelalaian fatal dari Dirut Terra Drone, yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan besar. Direktur utama perusahaan telah ditetapkan sebagai tersangka, dan penyidikan masih terus berjalan. Kasus ini mengaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, serta manajemen perusahaan bertanggung jawab penuh atas risiko di lingkungan kerja mereka. Peristiwa ini menajdi pengingat penting agar tragedi serupa tidak terulang. Semua perusahaan diingatkan untuk memperkuat protokol keselamatan, memastikan pelatihan karyawan rutin, dan meminimalkan potensi bahaya demi melindungi nyawa pekerja serta aset perusahaan.

Kebakaran Gedung Terra Drone: Kronologi dan Fakta Terbaru

Api Melahap Gedung Terra Drone

Gedung perkantoran Terra Drone yang berlokasi di Kemyoran, Jakarta Pusat mengalami kebakaran hebat pada Selasa, 9 Desember 2025, sekitar pukul 12.43 WIB. Api dilaporkan pertama kali muncul dari ruang penyimpanan baterai drone/lithium di lantai dasar gedung. Sejumlah saksi menyebut api mulai cepat membesar, membuat karyawan panik dan berusaha menyelamatkan diri. Kebakaran ini menimbulkan dampak serius. Dari 76 orang yang berada di lokasi, 22 meninggal dunia, sementara puluhan lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Dari korban yang meninggal, 15 perempuan dan 7 laki-laki. termasuk seorang wanita hamil, menambah kesedihan publik.

Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat

Petugas darurat merespons dengan cepat. Sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dan banyak personel dikerahkan untuk memadamkan api. Para karyawan juga sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadan ringan (APAR), namun upaya itu tidak cukup karena api menyebar terlalu cepat. Korban yang selamat segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis, sementara korban tewas langsung dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi forensik. Pemerintah dan lembaga terkait juga melakukan asasmen terhadap kondisi psikologis dan fisik korban yang selamat dari kebakaran gedung Terra Drone

Dugaan Penyebab Kebakaran

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diperkirakan berasal dari malfungsi baterai lithium drone yang tersimpan di ruang lantai dasar. Ada indikasi percikan api dari baterai ini yang memicu kebakaran besar. Meski dugaan awal mengarah pada baterai, tim Labfor dan kepolisian masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya. Evaluasi keselamatan gedung juga tengah dilakukan agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

Baca Juga: Kecelakaan Sepeda di Sudirman: Pejabat SKK Migas Meninggal

Fakta Penting

  • Total korban: 76 orang.
  • Korban meninggal: 22 orang (15 perempuan, 7 laki-laki, termasuk seorang wanita hamil).
  • Korban selamat: 54 orang.
  • Lokasi kebakaran: Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat.
  • Waktu kebakaran: Selasa, 9 Desember 2025, pukul 12:43 WIB.
  • Dugaan penyebab: Malfungsi baterai lithium drone.
  • Upaya pemadaman: 29 unit mobil pemadam api dan APAR oleh karyawan.
  • Proses identifikasi: RS Polri dan identifikasi forensik.

Kesimpulan

Insiden kebakaran gedung Terra Drone menjadi salah satu tragedi besar di Jakarta pada akhir tahun 2025. Dengan 22 korban tewas dan puluhan lainnya selamat, peristiwa ini menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan gedung dan penanganan baterai berisiko tinggi. Upaya evakuasi cepat berhasil menyelamatkan banyak nyawa, tetapi kejadian ini menekankan pentingnya inspeksi berkala pada fasilitas penyimpanan elektronik dan penerapan langkah-langkah pencegahan. Penerapan standar keamanan yang lebih ketat dan edukasi bagi pekerja menjadi kunci untuk mencegah kebakaran di gedung Terra Drone di masa depan.

Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan bisa belajar dari kejadian ini untuk meningkatkan protokol keselamatan, perlindungan kerja, dan kesiapan dalam mengahadapi bencana serupa di masa depan. Kebakaran ini juga menjadi pengingat pentingnya inspeksi berkala pada fasilitas penyimpanan peralatan elektronik dan penerapan langkah preventif agara insiden tragis tidak terulang, sekaligus memastikan keselamatan semua pekerja tetap terjaga. Selain itu kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap perusahaan harus memiliki rencana kontingensi lengkap, termasuk pelatihan evakuasi rutin, alat pemadam api yang memadai, dan koordinasi cepat dengan tim darurat. Kesadaran kolektif akan keselamatan kerja dan risiko teknologi tinggi dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerugian materi.