Proses Pemakaman
https://arsipjogja.id/ – Rabu, 10 Desember 2025, sebanyak 24 jenazah korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat dimakamkan secara massal di TPU Bungus, kota Padang. Pemakaman ini dihadiri aparat kepolisian, relawan, dan masyarakat setempat untuk memberikan penghormatan terakhir. Sebelum dikubur, jenazah dishalatkan di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib AI minangkabawi (Masjid Raya Sumbar). Shalat jenazah massal ini menjadi momen penghormatan bagi korban yang belum berhasil diidentifikasi.
Upaya Identifikasi Korban
Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah melakukan pemeriksaan visual, sidik jari, dan tes DNA untuk memastikan identitas korban. Namun hingga pemakaman, identitas 24 jenazah korban banjir ini belum diketahui. Mayoritas jenazah berasal dari wilayah terdampak. yaitu:
- Kabupaten Agam (mayoritas)
- Kabupaten Padang Pariaman
- Padang Panjang (satu jenazah)
Meskipun identitas belum ditemukan, pemakaman massal tetap dilakukan sebagai langkah kemanusiaan agar korban dikuburkan dengan layak.
Latar Bencana dan Dampak Korban
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat akhir 2025 merupakan akibat dari curah hujan tinggi, alih fungsi lahan, dan kerusakan lingkungan. Bencana ini memicu meluapnya sungai dan tanah longsor yang menghantam permukiman, merusak rumah, infrastruktur, serta menimbulkan korban jiwa. Selain korban yang dimakamkan, puluhan warga dilaporkan hilang dan mengalami luka-luka. Upaya evakuasi berlangsung cepat oleh tim SAR, aparat kepolisian, TNI, dan relawan lokal. Namun kondisi medan dan kerusakan infrastruktur memperlambat proses pencarian.
Pemakaman Massal sebagai Solusi Darurat
Pemakaman massal merupakan prosedur darurat yang diterapkan ketika identitas korban sulit ditentukan dan jenazah harus segera dikuburkan untuk alasan kesehatan dan keselamatan. Sebanyak 24 jenazah korban banjir diberi tanda dan catatan resmi agar kelak bisa dilacak jika identitas berhasil ditemukan melalui tes DNA tambahan. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, menekankan bahwa pemakaman massal ini dilakukan dengan penuh penghormatan dan sesuai ajaran islam. “Kami berusaha sebaik mungkin menghormati jenazah korban meski identitas mereka belum diketahui,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Temui Putin di Rusia, Sepakati Kerja Sama Strategis
Reaksi Masyarakat
Masyarakat yang menyaksikan upacara pemakaman 24 jenazah korban banjir merasa sedih, namun tetap menghargai proses pemakaman massal ini sebagai bentuk penghormatan terakhir. Beberapa masyarakt tetap berharap identitas anggota keluarga mereka akan terungkap melalui tes DNA atau pencocokan sidik jari di kemudian hari. Relawan dan aparat juga menekankan pentingnya kesadaran mitigasi bencana bagi masyarakat, termasuk memperhatikan lokasi rawan banjir dan tanah longsor serta menyiapkan jalur evakuasi yang aman.
Pelajaran dari Bencana Sumbar
Kasus ini menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana dan tata kelola lingkungan sangat penting untuk mencegah korban lebih banyak. Perbaikan sistem peringatan dini, reboisasi, serta penataan aliran sungai perlu ditingkatkan untuk meminimalkan risiko banjir dan longsor di masa depan. Pemakaman massal ini sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan dan masyarakat untuk menghadapi bencana dengan cepat dan efektif.
Kesimpulan
Sebanyak 24 jenazah korban banjir dan longsor di Sumatera Barat dimakamkan massal di TPU Bungus, Kota Padang, pada 10 Desember 2025. Meskipun identitas korban belum sepenuhnya terungkap, shalat jenazah massal dan penguburan dilakukan dengan penuh penghormatan.
Tragedi ini menyoroti besarnya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Barat, termasuk banjir bandang dan longsor akibat curah hujan ekstrem, alih fungsi lahan, dan kerusakan lingkungan. Hal ini menekankan pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan masyarakat, serta peningkatan sistem peringatan dini untuk mengurangi korban di masa mendatang.