arsipjogja – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi besar pada Rabu sore, memicu kepanikan warga dan para pendaki yang sedang berada di kawasan wisata gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Letusan yang terjadi mendadak ini menimbulkan awan abu tebal serta lontaran material vulkanik yang menyapu area sekitar puncak dan lereng. Otoritas kebencanaan langsung meningkatakan status Semeru ke tingkat tertinggi dan menginstruksikan evakuasi besar-besaran.
Tingginya Aktivitas Vulkanik dan Peningkatan Status Awas
Menurut laporan petugas pengamatan, Gunung Semeru menunjukkan peningkatan aktivitas beberapa jam sebelum letusan terjadi. Getaran vulkanik tercatat meningkat, disusul suara gemuruh dan semburan material pijar dari puncak Jonggring Saloko. Awan abu dilaporkan menjulang lebih dari satu kilometer dan terbawa angin ke arah permukiman warga.
Melihat kondisi tersebut, otoritas segera menetapkan status gunung ke Level IV atau Awas. Peningkatan status ini berarti masyarakat wajib menjauhi zona radius bahaya serta berhenti melakukan aktivitas apapun di sekitar aliran sungai yang berhulu di Semeru, mengingat potensi awan panas dan lahar dingin sangat tinggi.
Evakuasi Ratusan Pendaki, 170 Berhasil Diselamatkan
Saat letusan terjadi, ratusan pendaki dilaporkan berada di jalur pendakian Semeru, khususnya di kawasan Ranu Kumbolo dan Kalimati. Total lebih dari 170 pendaki, poter, dan pemandu berhasil di evakuasi dalam proses penyelamatan yang dilakukan sepanjang malam hingga dini hari.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Tim SAR harus menembus kabut pekat, abu vulkanik, serta lahan berbatu yang yang licin. Komunikasi dengan beberapa kelompok pendaki juga sempat terputus akibat gangguan sinyal. Meski demikian, koordinasi cepat membuat proses penyelamatan berjalan efektif dan tidak menimbulkan korban jiwa pada kelompok pendaki yang berhasil ditemukan.
Sebagian pendaki sempat diminta bertahan sementara di titik aman sambil menunggu kondisi mereda, sebelum akhirnya dievakuasi turun ke pos tujuan. Jalur pendakian resmi ditutup total hingga waktu yang belum diketahui.
Lebih dari 1.000 Warga Mengungsi
Dampak erupsi tidak hanya dirasakan di jalur pendakian, tetapi juga oleh warga yang tinggal di lereng Semeru, terutama di wilayah Kabupaten Lumajang. Lebih dari 1.000 orang mengungsi ke berbagai titik aman seperti balai desa, sekolah, masjid, dan pos-pos darurat.
Sebagian besar warga mengungsi membawa pakaian seadanya dan perlengkapan darurat seperti selimut, makanan ringan, serta oabt-obatan. Awan panas dan hujan abu menjadi ancaman utama bagi desa-desa yang berada di jalur aliran sungai. Beberapa rumah warga juga dilaporkan tertutup abu tebal.
Petugas BPBD, TNI, dan Polri bekerja sama mengangkut warga menggunakan truk, pick-up, hingga kendaraan operasional. Anak-anak dan lansia menjadi prioritas utama dalam proses pemindahan. Posko kesehatan telah disiapkan utnuk menangani mereka yang mengalami gangguan pernapasan atau iritasi mata akibat paparan abu.
Kendala dan Resiko Lanjutan
Operasi penyelamatan menghadapi berbagai kendala, diantaranya: jarak pandang rendah saat malam hari, serta arah angin yang berubah cepat membawa abu ke wilayah pemukiman yang sebelumnya aman. Di samping itu, potensi lahar dingin menjadi ancaman serius karena hujan diperkirakan turun dalam beberapa hari kedepan.
Material vulkanik yang menumpuk di puncak dan lereng dapat terdorong turun sewaktu-waktu. Otoritas meminta masyarakat menjauhi sungai dan lembah yang menjadi alur lahar, meskipun kondisi gunung Semeru terlihat tenang.
Himbauan untuk Warga dan Wisatawan
Petugas meminta masyarakat tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan resmi, dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Jalur pendakian akan tetap ditutup sampai aktivitas gunung menunjukkan penurunan signifikan. Wisatawan juga diminta membatalkan rencana pendakian atau kunjungan ke wilayah sekitar Semeru untuk sementara waktu.
Situasi Masih Bergerak, Waspada Tetap Harus Dijaga
Hingga kini, meskipun tidak ada laporan korban jiwa, ancaman letusan susulan masih tinggi. Dengan lebih dari 1.000 pengungsi dan ratusan pendaki yang sudah dievakuasi, prioritas utama pemerintah adalah menjaga keselamatan warga sambil memastikan pemantauan gunung terus dilakukan secara intensif.