Penampilan Terbaru Ferdy Sambo
Pada Jumat, 12 Desember 2025, Ferdy Sambo menjadi sorotan publik setelah muncul dalam kegiatan ibadah di Gereja Oikumene Terang Dunia Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat. Dalam video yang viral, Ferdy Sambo pimpin doa di hadapan narapidana lainnya, memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Dalam tayangan video yang beredar, Sambo terlihat berdiri di podium sambil memberikan doa dan arahan rohani kepada para peserta ibadah. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka kegiatan Praise and Worship bertema “Unchained: A New Creation”, sebuah program pembinaan rohani rutin di Lapas Cibinong. Momen ini langsung viral karena jarang sekali publik melihat Sambo aktif dalam kegiatan sehari-hari di penjara, apalagi memimpin doa di hadapan narapidana lain.
Reaksi Publik
Fenomena Ferdy Sambo pimpin doa menimbulkan reaksi beragam di media sosial. Sebagian netizen menilai kegiatan ini positif, sebagai langkah pembinaan spiritual dan intropeksi diri. Mereka menyoroti bahwa kegiatan rohani bisa menjadi sarana rehabilitas bagi narapidana, termasuk bagi Sambo. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan etika keterlibatan mantan Kepala Divisi Propam Polri tersebut dalam memimpin doa, mengingat kasus pembunuhan Brigadir J yang menjeratnya. Kontroversi ini membuat video kegiatan ibadah di Lapas Cibinong pada 12 Desember 2025 menjadi ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Kasus Kejahatan Ferdy Sambo
Ferdy Sambo merupakan terpidana kasus pembunuhan Brigadir J. Ia sempat divonis hukuman mati. namun Mahkamah Agung kemudian mengubahnya menjadi hukuman penjara seumur hidup. Setelah itu, ia dipindahkan ke Lapas Cibinong, Bogor sebagai bagian dari proses penahanan dan pembinaan narapidana.
Baca Juga: Pengacara Dikubur di Hutan Cilacap, Pelaku Kakak Beradik
Makna Kegiatan Rohani
Kegiatan ibadah seperti ini memang bagian dari program pembinaan di penjara. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi narapidana agar membangun spiritual dan moral. Namun, keterlibatan Sambo dalam memimpin doa menjadi sorotan publik karena latar belakang kasusnya. Selain itu, ibadah bersama di penjara bertujuan membangun kesadaran para narapidana dan membantu mereka menjalani kehidupan dengan lebih positif. Namun keikutsertaan Sambo dalam memimpin doa menimbulkan perdebatan tentang batas peran narapidana dalam kegiatan rohani. Fenomena ini menjadi contoh bagaimana narapidana tetap bisa berinteraksi dengan lingkungan sosial melalui kegiatan keagamaan, tapi tetap menjadi sorotan karena status hukum dan kasus yang menjeratnya. Ferdy Sambo pimpin doa ini menjadi simbol perdebatan antara pembinaan dan persepsi publik.
Kesimpulan
Pada Jumat, 12 Desember 2025, kegiatan ibadah yang melibatkan Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Bogor menghadirkan momen viral ketika ia terlihat memimpin doa. Aksi ini memicu beragam reaksi masyarakat, dari yang memandang positif sebagai pembinaan spiritual hingga yang mempertanyakan etika keterlibatannya. Terlepas dari kontroversinya, peristiwa ini menunjukkan bagaimana narapidana tetap bisa berpartisipasi dalam kegiatan rohani, meski dengan perhatian publik yang sangat tinggi.
Selain itu, momen ini juga menyoroti peran kegiatan keagamaan sebagai sarana pembinaan dan refleksi diri di lingkungan penjara. Kegiatan semacam ini memungkinkan narapidana, termasuk yang memiliki kasus hukum serius. Agar tetap menjaga spiritualitas dan membangun disiplin moral, yang menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi. Peristiwa ini juga mengingatkan masyarakat bahwa kegiatan rohani di penjara bisa menjadi sarana positif untuk intropeksi dan memperbaiki perilaku. Sekaligus meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan.
